Jumat, 21 September 2012

Browse » Home » » Christopher Stevens Tewas Karena Sesak Nafas, Bukan Karena Roket Demonstran  

Christopher Stevens Tewas Karena Sesak Nafas, Bukan Karena Roket Demonstran


Muslimin Libiya berteriak : "Allahu Akbar" ketika mengetahui Christopher Stevens masih hidup dan berharap bisa menyelamatkannya

Sebuah video amatir yang menunjukkan masyarakat Libya sedang berupaya menyelamatkan Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens, beredar di internet.

Stevens ditemukan tak sadarkan diri di sebuah ruangan yang penuh asap setelah massa menyerang kantor kedutaan AS terkait film penghinaan Nabi Muhammad, pekan lalu.

Padahal, sebelumnya, menurut laporan pemerintah Libya, Stevens dan tiga stafnya tewas saat mobil yang mereka tumpangi diroket orang tidak dikenal. Di saat ribuan orang menyerbu kantor kedutaan AS di Libya tersebut.

Seperti diberitakan Reuters, video yang muncul menegaskan bahwa duta besar AS itu meninggal karena sesak napas setelah bangunan terbakar.

Dalam rekaman itu menunjukkan beberapa orang memaksa masuk ke kompleks kedutaan dan kemudian menyelamatkan Stevens yang terbaring sendirian di salah satu kamar gedung.

Sekelompok pemuda yang sebelumnya menyerbu gedung kedutaan AS terlihat dengan cahaya obor dan ponsel berteriak bahwa mereka telah menemukan orang asing yang tergeletak di lantai.

"Ada seseorang di dalam.. Dia orang asing, dia adalah orang asing. Bawa dia keluar," kata seorang pria berteriak minta tolong.

"Bawa dia keluar! Bawa dia keluar!," kata yang lainnya. "Pria itu masih hidup. Bawa dia keluar. Bawa dia keluar," kata pria yang lainnya.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar !" teriak kerumunan.

"Berikan ruang. Apakah ada seorang petugas medis di sini. Siapa yang bisa mengantarkannya dengan mobil cepat?" kata seorang pria.

Rekaman itu menunjukkan Stevens berbaring di lantai di ruangan yang penuh asap setelah pengunjuk rasa menyerbu kompleks dan membakar bangunan tersebut.

Beberapa menit kemudian, Stevens ditarik keluar dari ruangan melalui jendela, dan kemudian ditempatkan di lantai ubin. Seorang pria muda terlihat meletakkan tangannya di lehernya untuk memeriksa apakah ia bernapas.

Beberapa detik setelah ditemukan, Stevens masih dalam keadaan hidup. Seorang pemuda berteriak,"Bawa dia ke mobil saya, bawa ke mobil saya."

Seorang dokter yang bertugas di ruang gawat darurat di Pusat Medis Benghazi malam itu mengatakan, yang membawa duta besar AS adalah warga sipil lokal. Sementara dokter melakukan CPR selama 45 menit, Stevens meninggal akibat sesak napas karena menghirup asap. Mayatnya kemudian dikembalikan ke AS




***

Jika Pengunjuk rasa berniat membunuh Christopher Stevens, lalu untuk apa mereka membawa nya ke Rumah Sakit ketika mengetahui Christopher Stevens masih hidup?

Bukan cuma Media Barat, beberapa Media di Indonesia pun ikut-ikut memberitakan Christopher Stevens tewas dihantam Roket!


0 komentar:

Posting Komentar