Kamis, 20 September 2012

Browse » Home » » Presiden Perancis: Peradaban Islam Jauh Lebih Toleran dari Pejuang Toleransi Gadungan  

Presiden Perancis: Peradaban Islam Jauh Lebih Toleran dari Pejuang Toleransi Gadungan


Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan, peradaban Islam jauh lebih toleran dari pada orang-orang yang mempropagandakannya nilai toleransi saat ini namun kenyatakannya hanya berbohong. Hal itu disampaikan oleh Francois Hollande saat meresmikan satu gate khusus untuk peninggalan-peninggalan Islam di museum Lovre.

Momen tersebut pada dasarnya sama sekali bukan politis yang digunakan oleh Hollande untuk menyeberangi gerbang sejarah. Ia menolak mencampuradukkan antara Islam dan kekerasan. “Islam bukan hanya memiliki satu peradaban namun banyak peradaban, bukan satu budaya namun banyak budaya. Kemuliaan peradaban-peradaban Islam karena dia lebih kuat, dinamis dan lebih toleran di banding sebagian orang yang saat ini mengklaim sebagai pejuang “palsu” mengatas namakan nilai toleransi. Peradaban Islam ini sama sekali berbeda dengan “kegelapan” yang menghancurkan nilai-nilai Islam karena kedengkian dan kekerasan.”

Hollande menambahkan, senjata yang paling efektif menghadapi kampanye dan usaha yang mengaitkan antara Islam dengan fanatisme adalah dengan Islam itu sendiri. Sebab peradaban-peradaban yang ada seharusnya tidak dibentur-benturkan antara satu dengan lainnya namun dipertemukan dan didialogkan untuk mencapai kemajuan.

Presiden Perancis ini juga berbicara soal korespondensi dan ikatan-ikatan kuat antara Eropa dan Islam.  Ia mengingatkan jasa kaum Muslim terhadap peradaban dunia dari Taj Mahal di India sebagai contoh bangunan Islam hingga Averos (Ibnu Rushd) dan jasa bangsa Arab dalam mentranformasi filasafat Yunani ke Mesir Fathimiyah.

Setelah itu, Hollande menyebutkan berbagai peradaban yang bernaung di bawah panji Islam yang direpresentasikan oleh seni Islam yang ditampilkan di museum Lovre. Dari peradaban Mamlukiah, Andalusia, Persia hingga Utsmaniyah. Dari Isbaniah (Spanyol) hingga India, dari Mesir hingga Iran, dari Turki hingga Malaysia sampai ke Samarkand. Di sanalah berbagai bahasa dan tradisi bertemu sehingga membentuk sebuah mozaik kebudayaan Islam, imbuh Hollande.

0 komentar:

Posting Komentar